Apakah partai-partai politik di Indonesia memang membuat masyarakat Indonesia mendapatkan pembelajaran politik?
Sedikit gambaran, beberapa partai politik di Indonesia terkadang suka membuat konflik di Indonesia ini dengan dalih "manajemen konflik" untuk menuju "persatuan indonesia". Yaa sayangnya konflik ini seolah-olah menjadi suatu permainan politik, padahal konflik ini juga membuat beberapa kerugian entah itu materil, non materil, atau malah kerugian jiwa.
Sebuah pertanyaan yang membuat saya terus bertanya...
Apakah partai politik adalah seorang guru di dalam kelas masyarakat Indonesia?
Ataukah partai politik adalah seorang murid yang memang harus belajar lagi untuk menjadi guru untuk masyarakat Indonesia?
Ataukah partai politik adalah seorang murid yang memang suka membuat keributan untuk kelas, dan memang tidak pantas menjadi seorang guru untuk masyarakat Indonesia?
Sabtu, 08 November 2008
Sabtu, 10 Mei 2008
Egois
Sayangnya sebuah pisau bertransformasi menjadi sebuah tinta yang sulit dikenali
Tetap menusuk
Tetap sakit
Walaupun aku membiarkan itu masuk ke dalam hati
Walaupun sepantasnya aku tidak seharusnya melawan
Karena pisau itulah bagian dari perbuatan ku yang lalu
Terbaringlah diriku dengan kekecewaan...
Terbaringlah diriku dengan kesalahan...
Sebuah maaf kiranya dapat membangunkan diri ini dari terbaringnya diriku yang tanpa arti
maaf atas kelakuanku dan tulisanku, teman
Reza...
keegoisan dan ketidakpedulianku pada kelas...
Tetap menusuk
Tetap sakit
Walaupun aku membiarkan itu masuk ke dalam hati
Walaupun sepantasnya aku tidak seharusnya melawan
Karena pisau itulah bagian dari perbuatan ku yang lalu
Terbaringlah diriku dengan kekecewaan...
Terbaringlah diriku dengan kesalahan...
Sebuah maaf kiranya dapat membangunkan diri ini dari terbaringnya diriku yang tanpa arti
maaf atas kelakuanku dan tulisanku, teman
Reza...
keegoisan dan ketidakpedulianku pada kelas...
Langgan:
Entri (Atom)